Transformasi digital kerap dipahami sebagai jalan langsung menuju pariwisata yang lebih efisien dan berkelanjutan, padahal teknologi juga dapat memperlebar kesenjangan, memusatkan kendali pada platform, serta mengubah cara budaya lokal direpresentasikan dan dimanfaatkan. Buku ini mengisi celah tersebut dengan menelaah hubungan antara teknologi digital, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal sebagai unsur yang saling membentuk dalam perubahan destinasi. Alih-alih memisahkan inovasi dari persoalan keberlanjutan, pembahasannya menguji bagaimana pilihan teknologi, tata kelola, dan model bisnis memengaruhi nilai ekonomi, ketahanan sosial, kelestarian lingkungan, serta posisi komunitas lokal.
Secara teoretis, buku ini merangkai perspektif transformasi digital, platformisasi, pariwisata berkelanjutan, dan inovasi bisnis untuk menjelaskan mekanisme sekaligus konsekuensi perubahan. Secara empiris, sintesis kajian dan konteks destinasi di Indonesia memberi perhatian pada variasi kapasitas digital, ekosistem usaha kreatif, praktik budaya, dan pembagian manfaat. Kearifan lokal dibahas sebagai pengetahuan hidup yang dapat memperkuat daya lenting dan diferensiasi destinasi, bukan sekadar komoditas promosi. Kerangka analitisnya berguna untuk menilai peluang dan risiko transformasi serta merumuskan strategi yang inklusif dan bertanggung jawab. Buku ini ditujukan kepada peneliti, dosen, dan praktisi senior yang berkepentingan pada pengembangan pengetahuan, kebijakan, maupun model bisnis pariwisata digital berkelanjutan.
ISBN : Proses
Ukuran : 14,8 x 21
Jumlah Halaman : 426
